Ponorogo, PT Inhutani V (31/08/2026) | Dalam upaya meningkatkan kualitas produk dan mengoptimalkan rendemen pengolahan getah pinus, PT Inhutani V Unit Industri Trenggalek melaksanakan studi banding ke Pabrik Gondorukem dan Terpentin (PGT) Sukun Perhutani pada Rabu (26/08).

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala PGT Sukun Perhutani Slamet Asrofi beserta jajaran, Manajer Industri Inhutani V Unit Industri Trenggalek Reinaldhi Andriano Saputra, Asisten Manajer Sarana Prasarana Inhutani V Unit Industri Trenggalek Desta Enggar Dwi Prasetya, Asisten Manajer Produksi Inhutani V Unit Industri Trenggalek Rendi Bagus Madian, Staff Maintenance Teguh Setiawan, dan Staff QA Trinova Budi Santoso.

Dalam kesempatannya Reinaldhi Andriano Saputra menyampaikan bahwa kegiatan studi banding ini menjadi sarana bagi tim Inhutani V Unit Industri Trenggalek untuk memperoleh wawasan dan referensi teknis yang dapat diterapkan dalam upaya peningkatan proses produksi di unit industri. Pertukaran pengalaman dan pengetahuan diharapkan dapat mendukung perbaikan berkelanjutan, baik dari sisi kualitas gumrosin maupun optimalisasi rendemen.

Reinaldhi menambahakan bahwa kunjungan studi banding tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dan berbagi pengetahuan antar unit industri, sekaligus menjadi langkah positif dalam mendorong peningkatan kualitas dan efisiensi pengolahan getah pinus di Inhutani V Unit Industri Trenggalek.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pimpinan PGT Sukun Ponorogo atas sambutan, penjelasan, serta berbagai masukan yang telah diberikan terkait upaya peningkatan mutu dan rendemen produk gumrosin. Semoga pengalaman dan ilmu ini dapat segera kami implementasikan,” terangnya.

Sementara itu Slamet Asrofi saat menerima kunjungan tim Inhutani V Unit Industri Trenggalek memaparkan proses pengolahan getah pinus, khususnya langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk menghasilkan produk gumrosin dengan kualitas lebih baik sekaligus memaksimalkan rendemen produksi.

“Terdapat beberapa hal penting yang perlu diperhatikan dalam proses pengolahan getah pinus, yaitu pemisahan getah berdasarkan mutu sebagai bahan baku produk, pemilahan serta penentuan komposisi larutan getah sesuai dengan kualitas warna yang diinginkan, dan pengolahan kembali sisa larutan getah yang masih terdapat pada bak separasian,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, tim Inhutani V Unit Industri Trenggalek juga mendapatkan penjelasan mengenai alur proses produksi gumrosin di PGT Sukun Ponorogo. Mulai proses penerimaan getah pinus, penentuan mutu pada bak getah, hingga proses destilasi. Melalui proses tersebut, larutan getah dipisahkan sehingga menghasilkan dua produk utama, yaitu terpentin dan gumrosin. (Kom-InhV/Trglk/Nova)

Leave a comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *